Menu

Home Kuliah Praktikum

Daftar Blog Saya

Rabu, 04 Juli 2012

Kenapa Salju itu Putih


Mengapa Salju Putih Warnanya???????

Saat mendengar kata SALJU tentu saja teringat akan bola Kristal berwarna putih saat turun dimusim dingin. Emm… karena Indonesia berada di daerah tropis, kebanyakan dari kita tidak cukup kenal dengan yang namanya salju. Mengapa???? Yaw, taw Ndiri_Lah… Negara tropis memiliki 2 musim, yaitu musim penghujan  dan musim kemarau.  Jadi, kita gak bakal kenal yang namanya musim dingin yang nurunin SALJU, tow musim gugur yang ngejatuhin dedaunan yang lelah bergayutan diantara ranting-ranting yang merapuh (kwekwek….!!!!). Lha trus kenapa salju kok warnanya PUTIH??? Padahal tersusun dari Kristal-kristal es! Dan Kristal Es Sendiri warnanya bening. So… Tanya Kenapa???
Sebelum kita bahas putihnya salju, lebih enak kayaknya kita berkeliling-keliling dan mampir dulu sejenak ke teori-teori dasar yang akan menunjukkan kita pada kunci teka-teki Kenapa Salju Itu Putih.
Tujuan pertama yang akan kita kunjungi, yaitu: teori korelasi antara terbentuknya warna dengan frekuensi cahaya.
Kenapa kok kita mampir kesini??!!?? Emm, jawabnya: biar tahu dari mana putihnya salju, kita perlu tahu dulu mengapa benda-benda punya warna yang beraneka ragam.
Nah, Cahaya-tampak tersusun dari banyak frekuensi cahaya yang berbeda-beda. Mata kita mampu mendeteksi frekuensi-frekuensi berbeda-beda sebagai warna-warna yang berbeda.  Jadi, mengapa benda-benda memiliki warna berbeda, karena setiap benda memiliki partikel-partikel (baik atom dan molekul) penyusun yang berbeda dan memiliki frekuensi vibrasi yang beda pula. Secara garis besar, elekton-elektron yang ada dalam atom penyusunnya akan bergetar beberapa kali sebagai respon dari energi cahaya yang terserap oleh partikel-partikel tersebut. Besarnya getaran elektron juga dipengaruhi oleh besarnaya frekuensi energi yang mengarah padanya. Terhadap energy cahaya, molekul-molekul dan atom tersebut menyerap sejumlah energi cahaya tergantung dari frekuensi cahaya tersebut,untuk kemudian dikeluarkan energi yang terserap sebagai panas, sedangkan frekuensi cahaya yang tidak mampu terserap akan dipantulkan dan diterima oleh mata kita yang pada akhirnya diterjemahkan dalam bentuk warna. Ini berarti benda-benda tersebut menyerap frekuensi-frekuensi cahya tertentu lebih besar daripada yang lain.
Nah sebelum saya lanjutin penjelasannya…..apakah Anda jelas sampai disini?? Ataukah malah pusing membacanya?? Istirahat bentar….. hehehe!!!

Ok…. Siaplanjut untuk masuk pada tahap selanjutnya??
Dua hal yang berbeda dapat terjadi pada frekuensi-frekuensi cahaya yang tidak terserap. Pada sebagian benda, ketika sebuah foton, mereka meneruskannya lewat dari kepartikel selanjutnya. Padakejadianini, cahaya berjalan melewati seluruh bagian benda tersebut, sehingga benda tersebut kelihatan bening. Pada kebanyakan benda padat, partikel-partikel tersebut kelihatan bening. Pada kebanyakan benda padat, partikel-partikel tersebut akan mengeluarkan kembali mayoritas foton yang gak terserap keluar dari benda tersebut. Walahasil,nggakada cahaya atau bisa dikatakan sedikit banget cahaya yang melewati seluruh partikel benda tersebut.
Sejatinya warna dari sebuah benda yang nggak bening sebenarnya merupakan kombinasi darienergi cahaya yang nggakterserap partikel-partikel objek tersebut.

Cahaya yang Terpantul Berulang-Ulang
Jadi, karena salju adalah air yang beku dankita tahu bahwa esitu bening, lalu ngapain salju punya warnayang berbeda??
Untuk mengkaji hal ini, kita perlu tahu hakikat yang sebenarnya dari sekeping es.
Es itu sebenarnya nggak tembus pandang, ia adalah benda yang bersifat  Translusen. Translusen itu cukup baik untuk menghantarkan Cahaya. Hal tersebut menunjukan bahwa benda translusen, foton cahaya tidak diteruskan melalui jalur yang lurus dan partikel dari benda tersebut cenderung untuk mengubah arah frekuensi cahaya. Initerjadi karena jarak antara beberapa atom pada struktur molekuler es dekat dengan tinggi panjang gelombang cahaya, sehingga foton-foton cahaya akan berinteraksi dengan struktur            molekuler es.
 Akhirnya jalur foton cahaya berubah dan berbea dengan jalur ketika ia masuk ke es.

SECARA sederhana dapat dijelasakan sebagai berikut:
Salju merupakan kombinasi dari banyak Kristal-kristal es, saat foton cahaya masuk kedalam lapisan Kristal es, maka frekuensi cahaya yang dating akan dibelokan arahnya dan meneruskan pada Kristal es yang lainya dan begitu seterusnya. Jadi, seluruh kristal es memantulkan berputar-putar ke seluruh bagian dalam salju. Ini terjadi pada seluruh frekuensi cahaya yang berbeda-beda, sehingga seluruh frekuensi cahaya dipantulkan kembali secara berulang-ulang. Warna dari seluruh frekuensi cahaya tersebut jika dikombinasikan bersama dalam ukuran yang sama Warnanya akan kelihatan Putih.
INGAT, Piringan spectrum warna NEWTON yang jika diputar dengan cepat warnanya akan kelihatan PUTIH.
Jelas dari teori tersebut menjawab mengapa salju itu PUTIH.

1 komentar:

Putut Wijanarko mengatakan...

ok mas,good

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger